Temu Ilmiah Nasional Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Yogyakarta 23 –25 Juli 2022; ISBN: 978-623-09-1540-6, Prosiding TIN PERSAGI 2022: 389-392
HINDMILKASI DALAM MENINGKATAN BERAT BADAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)
Zenny Nugraheni1, Harsono Salimo2, Lilik Retna Kartikasari2, Setya Wandita3
1Universitas Sebelas Maret Surakarta, RSUP Dokter Sardjito Yogyakarta, 2Universitas Sebelas Maret Surakarta, 3RSUP Dokter Sardjito Yogyakarta
ABSTRAK
Wasting dan stunting merupakan risiko kekurangan gizi yang sering terjadi pada bayi berat lahir rendah (BBLR). Peningkatan status gizi bayi BBLR membutuhkan protein, lemak, dan energi tinggi, tetapi masalah ini disebabkan oleh keterbatasan kurangnya keterampilan motorik pada bayi BBLR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hindmilk dalam meningkatkan berat badan bayi BBLR. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan desain case series observasi. Observasi ini menggunakan data sekunder yang dilakukan pada bulan April-November 2016 dan November 2017 di Ruang Perinatal RSUP Dr. Sardjito. Subjek penelitian adalah 12 bayi BBLR dengan berat badan <1700 gram. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil bahwa rata-rata pertambahan berat badan BBLR yang diberikan Hindmilkadalah 33,98 gram dengan pertambahan berat badan antara10-74 gram/hari. Bila bayi BBLR tidak diberikan hindmilk maka berat badannya akan turun (10-72 gram/hari). Peningkatan berat badan BBLR yang diberikan hindmilk disebabkan kandungan lemak dan energi yang tinggi pada hindmilk yaitu lemak 4,14-5,2 g/100mL dan energi 76,34-86,49 kkal/100 ml. Hindmilk ASI dapat meningkatkan berat badan bayi BBLR. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari peningkatan berat badan bayi BBLR.
Kata kunci: hindmilk, bayi berat lahir rendah (BBLR), pertambahan berat badan

